Di trotoar jalan

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Tarno duduk di trotoar jalan, di bawah pohon di dekat terminal. Kardus alas duduknya sudah rusak terkena hujan kemarin malam. Terik matahari dari pagi tidak membuat kardus itu kembali bagus.

Kaleng yang setia menemani Tarno dari beberapa minggu yang lalu berada di depan Tarno. Kaleng bekas susu itu masih kosong. Sudah beberapa hari ini orang-orang menjadi pelit. Pemberian orang yang biasanya cukup untuk makan dua kali sehari, sekarang menjadi semakin berkurang.

Suara dari perutnya mengingatkan bahwa sudah 3 hari Tarno belum makan. Tarno merasa rasa laparnya datang lagi. Dia merogoh kantong baju dan celananya, berharap keajaiban.

Kosong.

Tarno sudah mengecek kantong-kantong itu dari kemarin, berulang kali, hampir setiap jam. Tidak ada isinya. Dia berharap rasa lapar mendatangkan keajaiban, mengisi kantongnya dengan uang seribu rupiah.

Rasa lapar membuatnya ingin berkungjung ke Warung Mpok Yati, tapi ingatan tentang hutang yang menggunung dan bentakan Mpok Yati membuat dia mengurungkan niat. Dia melihat botol berisi air. Baru saja dia isi dari keran toilet terminal. Gratis. Tarno sudah dianggap sebagai bagian dari terminal sehingga penjaga toilet tidak pernah meminta uang kebersihan.

Dia membuka botol air itu dan mereguk air di dalamnya. Rasanya tidak berubah, sama seperti air yang sudah 2 hari ini dia minum. Cukup untuk meredakan rasa laparnya kemarin. Namun cara ini tidak berhasil kali ini.

Mungkin kurang banyak, pikir Tarno. Dia meminum setengah botol itu, sambil membayangkan rasa laparnya hilang.
Kenapa sih orang-orang ini tiba-tiba jadi pelit, Tarno mengutuk dalam hati. Sudah berbagai cara dia lakukan. Dari memainkan gitar 2 senarnya, menyanyikan lagu-lagu populer dengan nada semaunya, sampai berpura-pura sekarat. Nihil. Orang-orang seolah sedang berhemat semua. Jangankan seribu, seratus rupiah pun tidak ada yang memberi.

Lampu terminal menyala dan Tarno mulai putus asa. Sudah 3 kali dia ke toilet untuk mengisi botol airnya sejak siang ini, namun rasa laparnya tidak juga hilang. Tarno mempertimbangkan mana yang lebih buruk, rasa laparnya atau makian Mpok Yati.

Dalam keputusasaan, Tarno berusaha mencari jalan lain. Keluarga sudah putus hubungan dan yang bisa dianggap teman hanya Mpok Yati. Tarno teringat sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dia ingat. Tuhan tidak akan meninggalkan umat-Nya. Sebuah memori menyakitkan kembali dalam ingatan Tarno. Kemarahan tak terkira pada Tuhan belasan tahun yang lalu kembali membayangi Tarno. Sebuah memori yang membuat dia meninggalkan rumah dan keluarganya, pergi ke luar kota dan menjadi penghuni tidak tetap trotoar di bawah pohon di dekat terminal.

Rasa lapar yang makin menyakitkan membuatnya mulai mempertimbangkan meminta pada Tuhan. Tarno menyalahkan perutnya yang tidak bisa menahan sakit. Pilihan antara kelaparan atau diteriaki Mpok Yati berhadapan dengan pilihan kembali meminta pada Tuhan. Satu hal yang menurut Tarno sia-sia.

Namun, kemarahan Mpok Yati lebih menakutkan daripada harga diri dan kemarahannya. Tarno memutuskan untuk mencoba sekali lagi, meminta pada Tuhan. Memberi kesempatan terakhir pada Tuhan untuk membantunya.

Tarno mengingat kembali bagaimana cara berkomunikasi dengan Tuhan. Yang bisa dia ingat hanya amin. Tarno memutuskan untuk bersimpuh menghadap pohon, dan mulai berbicara dengan lirih. Sembari mengutuk perutnya, Tarno meminta pada Tuhan. Tarno meminta uang 5 ribu rupiah yang akan dia tukar dengan pengampunan. Tidak semua, tapi Tarno akan berusaha memaafkan Tuhan. Tarno merasa memberikan sebuah tawaran yang tidak mungkin ditolak Tuhan. Permintaan ini tidak ada apa-apanya dibandingkan permintaan yang dulu pernah dia minta. Tarno merasa yakin kali ini pasti dikabulkan, meskipun kalau dia bisa memilih, dia ingin permintaan yang dulu saja yang dikabulkan.

Dari pintu terminal, berjalan seorang ibu dengan anaknya. Ibu muda itu ingin mengajari anaknya berbagi. Dia mengeluarkan 5 ribu rupiah dan memberikannya ke anaknya. Sambil memberi kata-kata semangat ke anaknya untuk berbagi, ibu itu mengarahkan anaknya ke kaleng Tarno. Lima ribu rupiah masuk ke kaleng Tarno, benda pertama yang masuk ke kaleng Tarno dalam 3 hari terakhir selain air hujan.

Uang kiriman Tuhan untuk pengampunan, begitu pikir Tarno. Nasi, sayur dan lauk seadanya di warung Mpok Yati membuat perutnya berdamai.

Selesai makan, dia kembali ke bawah pohon. Menunggu. Menunggu perjumpaan kembali dengan rasa lapar dan Tuhan. Kemarahannya pada Tuhan sudah berkurang sedikit, tapi belum hilang sepenuhnya. Malam ini cuaca cerah, Tarno bisa tidur dengan perut kenyang.

Di trotoar jalan di bawah pohon di dekat terminal, Tarno menunggu. Kebaikan hati orang atau kembali tawar-menawar dengan Tuhan. Masalah esok hari yang tidak perlu dia pikirkan hari ini.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Dari Mana

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Di sebuah tempat, seorang pria sedang mengantri. Setelah beberapa saat nomornya dipanggil melalui pengeras suara, dia lalu menuju ke meja petugas.

Petugas : Dari mana Mas?
Pengantri : Dari YYY (dengan percaya diri menyebut nama sebuah kota)
Petugas : Maksudnya tadi dari mana, saya panggil kok gak dateng-dateng
Pengantri : Oh, gak denger (sambil senyum malu)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Donor Darah 14

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Mumpung lagi gak ada event lari dan sudah waktunya untuk donor, aku meluangkan waktu untuk donor darah di PMI. Aku mengajak beberapa orang dan aku cukup senang ketika ada 2 orang yang menyatakan bersedia. Jadilah saya dan 2 rekan kantor saya berkumpul di PMI untuk donor darah bersama.

Mereka berdua baru kali ini donor darah di PMI pusat. Yang 1 terakhir donor darah 2 tahun yang lalu, yang 1agi terakhir donor ketika masih jaman kuliah. Sudah hampir 2 digit tahun sejak terakhir donor.

Pendonor kali ini pas, tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi. cukup banyak namun antrian tidak terlalu panjang. Butuh waktu 50 menit dari mengumpulkan form sampai makan indomie.

Sedang terbaring

Sesaat sebelum mencapai 350 ml

Kali ini aku dan rekan-rekan tidak mendapatkan suplemen penambah darah. Hanya dapat kartu dan makanan saja. Perbedaan dari sebelumnya hanyalah telur rebus kali ini sudah dikupas, sebelumnya mengupas sendiri. Teman saya ada yang dapat belum dikupas. Mungkin faktor keberuntungan saja.

Snack donor darah

Donor darah pertamaku di tahun 2019 dengan 2 downline MLM. Mayan lah, nyari 1 orang lagi bisa dapet voucher. Ayo donor darah!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Wedang Jahe Mommy

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Aku lahir dan besar di Sukoharjo. Sebagai orang Sukoharjo, aku sering minum jahe. Olahan jahe biasanya minuman jahe panas atau wedang ronde, panas juga tentunya. Baru beberapa tahun lalu aku dikenalkan dengan es jahe. Sensasi dingin ketika diminum dan hangat di leher.

Aku sering mencoba beberapa minuman jahe dalam kemasan. Beberapa ok beberapa cuma ada rasa-rasanya aja. Minuman jahe di tukang jamu pun beragam kualitasnya. Yang aku suka sih yang agak panas di leher, jadi berasa jahenya. Aku menemukan minuman jahe Mommy hari ini.

Wedang Jahe Mommy

Aku sedang haus, biasanya kalau minum ukuran 300 ml (kayaknya) sih bisa 2 kali lah. Sekali minum setengah botol. Itu gak berlaku untuk minuman ini. Baru 2 teguk langsung harus berhenti, panaaaaaas. Jahenya panas banget dan efeknya cukup lama. Sayangnya minuman ini agak manis, gak ada pilihan dengan gula sedikit. Buat penggemar minuman jahe, ini wajib dicoba. Harga belinya IDR 20,000.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Lembu

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Salah satu sumber informasi baru adalah guyonan. Dari ODT ke Gunung Sapi sampai ke impor lembu. Gak cuma es teh yang tambah mahal kalo ganti nama, sapi juga bisa tambah mahal kalo ganti nama.

Istilah sapi dan lembu ini agak susah juga. Merujuk kbbi, lembu itu ya sapi. Kalo kata wikipedia, lembu adalah sapi yang sudah dikebiri. Menurut dokumen BPPK, ada sapi jantan jenis lembu. Istilah yang berbeda definisi seperti ini rentan menimbulkan kesalahpahaman.

Semua link ada di bawah.

Gunung Sapi
Impor Sapi

Gunung Lembu, Panyindangan, Sukatani, Purwakarta Regency, West Java.

https://www.merdeka.com/uang/bea-cukai-salah-bedakan-lembu-dan-sapi.html

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Lembu

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-1974391/daging-sapi-impor-belum-masuk-pasaran-akibat-salah-komunikasi

https://ekonomi.inilah.com/read/detail/1886638/bingung-bedakan-sapi-dan-lembu-daging-langka

Dokumen BPPK


Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Buku Termahal di Google Play Store

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Berawal dari rasa ingin tahu, aku menemukan sebuah info tidak penting. Aku mencari dengan kata kunci “most expensive book” di Google Play Store section Books. Hasilnya cukup mencengangkan.

Ada sebuah buku yang dijual di Google Play Store seharga 27 juta lebih. Untung ada diskon, jadi harganya cuma 18 jutaan saja. Buku termahal di Google Play Store berjudul “Most Expensive Book: Only foe the lucky and rich.”. Judul yang cukup provokatif.

Ada 4 halaman di buku itu. 1 halaman sampul, 1 halaman judul, dan sisa 2 halaman lagi yang bisa dibaca dengan mengeluarkan uang 18 juta rupiah. Satu lembarnya seharga 9 juta rupiah saja. Sebuah penawaran yang tentu saja kulewatkan.

Buku ini menurutku hanya merupakan trik dari penulis untuk mencari uang. Hal penting yang bisa didapatkan oleh pembeli buku ini hanyalah hak untuk bisa sombong. Sayangnya beda antara sombong karena bisa membeli buku mahal dan kebodohan karena membeli buku gak ada isinya cukup tipis sih.

Aku menemukan sebuah buku lain yang cukup mahal namun ada isinya.

Sebuah buku karangan pahlawan Indonesia dijual cukup mahal di Play Store. Dengan harga mencapai 1,3 juta rupiah sebelum diskon, ini merupakan buku termahal kedua yang aku temukan. Buku berjudul “dari Penjara ke Penjara” karangan Tan Malaka ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dijual mahal. Harusnya buku dalam bahasa aslinya lebih murah dan lebih mudah dicari.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

10K Tahura Trail Running Race 2019

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Ada permintaan dari kawan lama untuk menemani lari 10K di Tahura. Demi mengambil sleeping bag yang sudah 2 tahun dipinjam, aku mengiyakan permintaan tersebut dan mendaftar. Kukira 10K Tahura itu santai, ternyata aku salah.

Tahun lalu temanku menyelesaikan 10K Tahura dalam waktu 1 jam 50 menit. Aku mengira aku juga butuh waktu sekitar itu juga. Ternyata aku terlalu optimis. Aku butuh waktu 2 jam 30 menit untuk menyelesaikan acara ini. Alibi yang bisa kuberikan selain memang kurang cepat adalah karena harus antri saat di trek tanah dan kaki sakit ketika berlari di trek paving. Alasan utama sih memang kurang latihan.

Start jam 7.00 namun udara masih cukup dingin. Beda memang suhu di Bandung dan Jakarta. Aku menggunakan seragam baruku. Aku membawa tas supaya nomor bib-ku bisa aku pasang di tas. Kaos baru, nanti rusak kalo dicoblos pakai peniti.

Gear sponsor #sobatlarigugel

Rute 10K didominasi oleh aspal dan paving. Hanya sekitar 2 kilometer yang merupakan tanah. Elevasi total 350, beda dikit sama naik Gunung Papandayan. Beberapa tips untuk yang ingin ikut Tahura Trail.

  • Trek tidak terlalu licin, tapi tetap perlu berhati-hati
  • 80% rute merupakan jalan keras, pertimbangkan baik-baik untuk menggunakan sepatu road atau sepatu trail. Kemarin ada yang membawa 2 sepatu, jadi bisa ganti sesuai trek
  • Cukup susah untuk menyalip di trek tanah. Kalau tidak mau terhambat pelari lain, bisa push dulu di kilometer awal sejauh 3,5 kilometer dengan elevasi sekitar 200 meter.
  • Sabar di trek tanah. Banyak pelari yang baru mencoba trail sehingga belum terbiasa dengan jalur tanah yang curam. Mereka cenderung berjalan sangat pelan. Kalau tidak mau terhambat, saat masuk trek tanah harus sudah agak di depan.

Tahura trail 10K ini cocok diikuti oleh orang yang ingin mencoba event trail. Beberapa alasan untuk mencoba adalah elevasi yang tinggi, jalur tanah yang menantang, 3 pos air, COT lama, udara segar, dan jalur evakuasi yang mudah dijangkau. Kalau ada yang nanya, event trail apa yang cocok untuk pemula? Tahura 10K jawabannya.

Terima kasih untuk panitia, marshal, penjaga pos air, volunteer, dan penduduk sekitar yang memberi semangat dan memberi tahu jalan. Tidak lupa juga terima kasih kepada rekan yang telah mengajak dan menemani sepanjang perjalanan. Terima kasih paling utama ditujukan kepada fotografer di sepanjang jalan.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Race Pack 10K Tahura Trail Running Race 2019

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

10K pertama yang aku ikuti di tahun 2019, masih di rangkaian event Tahura Trail Running Race 2019. Setelah sebelumnya mengambil kategori FM, kali ini aku melanjutkan mengambil kategori yang lebih pendek, 10K. Untuk isi race pack FM, bisa dibaca di sini.

Aku memilih kaos ungu untuk FM, biar lengkap aku memilih kaos warna hijau (atau biru).

Aku mendapatkan tas merah yang berisi beberapa barang. Ada nomor bib, kaos Gulf hijau, peniti 4 buah, voucher diskon 20% untuk pembelian Hoka, voucher diskon 20% Rudy Project, voucher diskon 60% Gulf, Paramex nyeri otot, brosur promosi Trijee, voucher diskon 10% trijee, dan flyer Akademi Sekretari Budi Luhur.

Race pack 10K

Ada sedikit perbedaan dengan Race Pack FM. Peserta FM mendapatkan gelas Aonijie dan peserta 10K mendapatkan voucher diskon Gulf.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Full Marathon Tahura Trail Running Race 2019

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Starts with a bang

Event lari pertama di tahun 2019 langsung FM trail. Agak kurang santai memang, tapi banyak teman yang mengajak. Sekalian lah, sudah lama gak ke Bandung.

Persiapan untuk event ini sebenarnya agak minim. Sejak DNF di NR6, aku belum pernah lari jauh. Paling naik gunung 2 kali. Jalan kaki, bukan lari. Rencananya sih bakal jalan kaki juga di FM kali ini. Jalan-jalan melihat pemandangan. Target juga asal lebih dari 50%, biar lebih baik dari NR. Kalau bisa finish sebelum COT bonus saja.

Start jam 6.45 sebenarnya agak gak biasa untukku. Biasa kalo event start jam 5, mentok jam 6. Mulai jam segitu, harus persiapan untuk lari panas-panas. Full gear, kecuali topi yang di dalam tas jadi males ngambil.

Pas lagi detour

Peralatan yang kubawa : tas, emergency kit, minum, snack, HP, power bank, dan sebutir telur. Sebutir telur yang menjadi penyelamat di kala lapar. Aku suka males ngambil snack di dalam tas, ribet. Untung telur rebus mudah dijangkau.

Telur rebus saat start

Pertama kali ikut event ini. Seru dan menantang. Entah kenapa rasanya lebih capek daripada Mesas 42, BTS 30, atau Rinjani 30. Aku harus berlari dan push diri sendiri biar bisa finish sebelum COT. 9 jam 2 menit, agak mepet tapi patut disyukuri. Berikut beberapa tips untuk yang ingin ikut Tahura Trail.

  • Trek licin, gunakan sepatu yang punya grip atau naikkan skill kepleset tapi gak jatuh
  • Jangan tersesat! Meski orang di depanmu tersesat, jangan diikuti. Tanda dari panitia cukup jelas kok.
  • Untuk menghindari bottle neck di trek awal, lari dari start sampai ketemu trek tanah. Trek tanah itu bottleneck yang susah buat nyalip.
  • Larilah berkelompok. Biar kalo nyasar atau ada yang keseleo itu ada temennya.
  • Jangan lama-lama! Nanti snack dan air putihnya habis. Ini masih PR panitia Tahura tahun ini.
  • Bikin plan lari dengan baik. Jam berapa di kilometer berapa. Kalau gak bikin plan, nanti gak bisa memperkirakan waktu finish.
  • Ingat dengan baik waktu COT. Perbedaan antara 9 jam dan 9 jam 15 menit itu cukup banyak. Antara over COT atau finisher. Sudah sempat kecewa meski nge-push tapi finish lebih dari 9 jam, baru sadar kalo COT 9 jam 15 menit.
  • Trekpol itu mungkin perlu. Pertimbangkan masak-masak. Berat dan ribetnya bawa trekpol dibandingkan manfaat trekpol. Aku sedikit menyesal gak bawa trekpol.
  • Banyak perlintasan sungai dan Tahura biasa diadakan di bulan Januari, musim hujan, jadi bersiaplah dengan sepatu basah.
  • Bawa P3K! Jarak antar pos air cukup jauh, kalau di tengah hutan kram atau keseleo biar bisa langsung ditangani.
  • Siap-siap ada pelari HM ugal-ugalan nyalip, boleh minggir sedikit untuk memberi jalan.
  • Jangan merusak ladang orang.
  • Perhatikan dengan seksama sponsor minuman, jadi bisa ngetes rasanya sebelum hari-H. Mizone yanh jeruk yuzu enak.
Sisa barang di tas setelah finish. Ada medali dan kaos finisher.

Tahura trail, event yang wajib diikuti. Terima kasih untuk panitia, marshal, penjaga pos air, volunteer, dan penduduk sekitar yang memberi semangat dan memberi tahu jalan. Tidak lupa juga terima kasih kepada rekan Telkomsel Runners yang telah mengajak dan menemani sepanjang perjalanan.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Race Pack FM Tahura Trail Running Race 2019

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Race pertama yang aku ikuti di tahun 2019. Ada 2 pilihan kaos, ungu dan hijau (menurutku biru). Aku memilih kaos ungu karena tampak lebih keren.

Selain mendapat tas ungu, ada beberapa barang lain yang kudapatkan. Ada nomor bib, kaos Gulf ungu, peniti 4 buah, voucher diskon 20% untuk pembelian Hoka, (sepertinya) gelas Aonijie, Paramex nyeri otot, brosur promosi Trijee, voucher diskon 10% trijee, dan booklet Universitas Budi Luhur.

Tas Race Pack Tahura 2019
Isi tas

Aku sedikit heran dengan kaos Gulf dan brosur Trijee.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter