WFH 13 – Sapiens (Buku)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Membaca buku
Platform : Google Play Book
Judul : Sapiens: A Brief History of Humankind
Pengarang : Yuval Noah Harari
Tahun : 2014
Topik : Sejarah manusia
Tautan : https://play.google.com/store/books/details?id=FmyBAwAAQBAJ
Harga : ~ IDR 150,000
Waktu : ++10 jam
Rating : 4/5
Sumber : Buku ini dan Blinkist

Banyak waktu di kosan jadi banyak waktu untuk membaca buku. Sudah cukup banyak orang yang menyarankan buku ini, beberapa merupakan orang dengan minat baca mirip denganku. Terlebih buku ini merupakan buku yang akan dibahas oleh klub bukuku (ClickbaIT) pada bulan April ini, sekalian menambah motivasi.

Yuval adalah seorang ahli sejarah dan merupakan profesor di Hebrew University of Jerusalem. Dia sudah mengarang beberapa buku yang cukup terkenal, Sapiens: A Brief History of Humankind (2014), Homo Deus: A Brief History of Tomorrow (2016), dan 21 Lessons for the 21st Century (2018).

Buku ini menceritakan sejarah panjang manusia selama 300 ribu tahun.

Yuval membagi periode sejarah manusia menjadi 4 bagian utama.

  • The Cognitive Revolution
  • The Agricultural Revolution
  • The Unification of Humankind
  • The Scientific Revolution

The Cognitive Revolution

Sapien bukanlah satu-satunya “primata” yang “istimewa”, ada Neanderthal yang sekarang ini sudah punah. Kepunahan Neanderthal ditengarai karena ulah manusia, entah secara langsung (mereka tersingkir dan punah) atau tidak langsung (sapien dan Neanderthal berasimiliasi). Setelah Homo Florensiensis juga punah 12 ribu tahun yang lalu, Sapien menjadi satu-satunya Homo di Bumi.

Manusia memiliki otak yang istimewa. Yuval menuliskan bahwa pada salah satu titik evolusi manusia, terjadi perubahan pada otak manusia yang dikenal dengan sebutan “Cognitive Revolution”. Dengan otak yang lebih berkembang, Sapien bisa menemukan makanan, mengolah sumber daya, dan berinteraksi sosial dalam grup yang jauh lebih besar. Sapien bisa beradaptasi dengan lingkungan seperti apapun dan mulai menyebar ke seluruh penjuru Bumi.

Sapien menggunakan bahasa yang jauh lebih rumit bila dibandingkan dengan cara komunikasi hewan lain. Bahasa yang kompleks membuat informasi yang diberikan menjadi lebih banyak dan lebih detail, tentu saja juga untuk bergosip. Dengan bahasa yang kompleks, Sapien bisa menciptakan dan mendiskusikan konsep abstrak “Common Myth” seperti dewa-dewa, leluhur, dan Tuhan. Common myth jumlah Sapien yang bekerja sama menjadi jauh lebih banyak dan bahkan tidak perlu kenal atau pernah bertemu sebelumnya.

A chimpanzee can’t win an argument with a Homo Sapiens, but the ape can rip the man apart like a rag doll

You could never convince a monkey to give you a banana by promising him limitless banana after death in monkey heaven

Large number of strangers can cooperate successfully by believing in common myths

Sapiens: A Brief History of Humankind – Yuval Noah Harari

The Agricultural Revolution

Manusia yang sudah menyebar ke seluruh penjuru Bumi akhirnya menetap. Pola hidup nomaden (berburu dan mencari tanaman) berubah menjadi sedenter (domestikasi hewan dan bercocok tanam). Perubahan besar lainnya adalah tipe makanan dari yang sebelumnya lebih kaya (apa aja yang ditemu sepanjang perjalan) menjadi apa aja yang ditanam. Perubahan ini berjalan pelan-pelan, dari generasi ke generasi. Masyarakat agrikultural bisa menopang lebih banyak anggota sehingga jumlah populasi Sapien bertambah. Revolusi agrikultural ini datang dengan sisi positif dan negatifnya.

This is the essence of the Agricultural Revolution: the ability to keep more people alive under worse conditions.

History is something that very few people have been doing while everyone else was ploughing fields and carrying water buckets.

They divided people into make-believe groups, arranged in a hierarchy. The upper levels enjoyed privileges and power, while the lower ones suffered from discrimination and oppressions

Sapiens: A Brief History of Humankind – Yuval Noah Harari

The Unification of Humankind

Populasi yang bertambah membuat kehidupan menjadi lebih rumit. Sapien tidak lagi menghabiskan waktunya untuk mencari makan dan bisa melakukan hal lain, misalnya membuat alat pertukangan. Tukang-tukang ini menukarkan keahlian mereka dengan petani yang membutuhkan, dengan sistem barter. Sampai saat sistem barter akhirnya digantikan dengan uang. Sapien juga mengembangkan menulis untuk bisa mencatat transaksi keuangan tersebut, dan untuk hal-hal lainnya.

Ekonomi dan sistem kemasyarakatan Sapien lebih berkembang setelah ada uang dan tulisan. Semakin besar populasi Sapien, muncul masalah lain yaitu bagaimana mengatur interaksi dalam masyarakat. Muncullah sistem sistem hirarki kerajaan, dengan hukum yang mengatur masyarakatnya. Raja-raja pada jaman dahulu untuk melegitimasi bahwa mereka adalah orang yang layak memimpin di atas Sapien lainnya menggunakan agama/kepercayaan. Raja adalah orang yang ditunjuk Dewa/Tuhan untuk menjadi wakilnya dalam memimpin kerajaan. Semakin berkembang kerajaan, semakin luas juga sistem kepercayaan yang mereka anut untuk menyebar.

Who would want to approach a lowly bureaucrat when the president’s office is open to you? (about polytheist and monotheist)

Gautama found that there was a way to exit this vicious circle. If, when the mind experiences something pleasant or unpleasant, it simply understands things as they are, then there is no suffering. If you experience sadness without craving that the sadness go away, you continue to feel sadness but you do not suffer from it.

Sapiens: A Brief History of Humankind – Yuval Noah Harari

The Scientific Revolution

Pola pikir baru tentang sains mengubah peradaban kita. Sebelumnya Sapien lebih pasif dan menerima jawaban bahwa Tuhan mengontrol semuanya dan Sapien berserah pada Tuhan untuk mengembangkan kehidupan Sapien. Revolusi sains berlangsung pada abad 16 – 17, Sapien tidak lagi bergantung pada Tuhan tapi mereka berpikir bagaimana cara untuk memperbaiki masyarakat dengan sains. Dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip sains yaitu eksplorasi, experimen, dan obervasi, Sapien berhasil membuat kemajuan pesat di banyak bidang seperti obat-obatan dan fisika. Setiap penemuan membuat kehidupan Sapien menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Semakin sains berkembang, semakin berkembang pula perekonomian. Raja-raja di Eropa mendanai proyek sains dan ekplorasi yang membuat mereka bisa mencapai Afrika, Amerika, Australia, dan Indonesia. Eksplorasi ini membuat Eropa kaya dengan pengorbanan dari orang lokal yang mereka jajah.

Eropa berhasil mendatangi seluruh penjuru bumi dan membawa ide, budaya, dan hukum mereka ke masyarakat lokal. Meskipun sekarang Eropa sudah tidak menguasai banyak negara, namun pengaruh mereka masih sangat kuat. Kapitalisme, didukung oleh sains, menjadi salah satu paham yang saat ini menjadi acuan banyak Sapien dan mulai menggerus pengaruh agama.

Sapien saat ini hidup di salah satu jaman paling damai. Kedamaian ini membawa pengaruh positif terhadap perekonomian. Semua negara turut serta dalam proses dagang dan investasi bisa dari satu negara ke negara lain. Meski masih ada konflik di sana-sini, namun secara global tidak sebanyak pada jaman dahulu.

Apa itu bahagia? Bagaimana cara bahagia? Apakah manusia sekarang lebih bahagia daripada manusia jaman dahulu? Secara individu, tingkat kebahagiaan kita tidak berubah. Namun secara masyarakat, tingkat kebahagiaan dan kualitas hidup meningkat.

Apakah manusia bisa membuat manusia baru yang lebih sempurna dengan sains? Sebuah pertanyaan yang jawabannya masih bergulir, di antara “atas nama kemajuan ilmu pengetahuan” dan “legal, etika, dan domain Tuhan”.

The story of the Tower of Babel, the story of Icarus, the story of the Golem and countless other myths taught people that any attempt to go beyond human limitations would inevitably lead to disappointment and disaster.

Most scientific studies are funded because somebody believes they can help attain some political, economic, or religious goal.

You think that these empires were evil monstrosities that spread death, oppression and injustice around the world? You could easily fill an encyclopedia with their crimes. You want to argue that they in fact improved the conditions of their subject with new medicines, better economic conditions and greater security? You could fill another encyclopedia with their achievements.

I can be wealthy without you becoming poor; I can be obese without you dying of hunger.

What Smith says is, in fact, that greed is good, and that by becomming richer I benefit everybody, not just myself. Egoism is altruism.

Consumerism has worked very hard, with the help of popular psychology (‘Just do it!’) to convince people that indulgence is good for you, whereas frugality is self oppresion.

Consumerism and nationalism work extra hours to make us imagine that millions of strangers belong to the same community as ourselves, that we all have a common past, common interest, and a common future.

There is at last real peace, and not just absence of war.

So maybe Third World discontent is fomented not merely by povery, disease, corruption and political oppression but also by mere exposure to First World standards.

‘Happiness Begins Within.’ Money, social status, plastic surgery, beautiful houses, powerfull positions – none of these will bring you happiness. Lasting happiness comes only from serotonin, dopamine and oxytocin.

Sapiens: A Brief History of Humankind – Yuval Noah Harari

Tamat

Buku ini cukup panjang dan menarik untuk orang yang awam sejarah seperti saya. Buku ini ada lanjutannya, Homo Deus. Masuk antrian dulu, semoga tahun ini bisa selesai dibaca juga. Aku cukup suka buku ini dan menyarankan orang untuk membacanya, 4/5.

Selamat membaca.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

One Reply to “WFH 13 – Sapiens (Buku)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *