WFH 27 – Foto Bercerita (1)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Mengenang peristiwa dari sebuah foto
Waktu : Secukupnya

Kerja gak harus dari kantor

Baru sadar ada burung lagi terbang di kejauhan. Masih kelihatan meski jauh, sepertinya burung tersebut cukup besar.

Bagi yang bisa menebak dari background, foto ini diambil di puncak Gunung Batur, Bali, 5 tahun yang lalu, pada 14 Mei 2015.

Saya ke Bali bersama rombongan besar, namun saya dan seorang teman memutuskan untuk extend. Kami menyewa sebuah motor dan bermotor dari Bali Selatan sampai ke kawasan Danau Batur. Hanya berdua saja, membawa semua perbekalan karena kami tidak bisa menitipkan barang.

Berbekal google maps, kami sampai di Parking lot – Mt Batur treking. Kami membayar biaya untuk naik, namun karena mode hemat kami tidak menggunakan guide. Kami membawa semua perbekalan karena ada laptop di dalam tas. Jadilah kami mulai berjalan kaki dari situ ke arah Gunung Batur dari jam 10.30. Matahari sudah cukup tinggi dan barang bawaan kami berat.

Sekitar jam 1 kami sudah di puncak dan bertemu dengan rombongan suami istri dengan guidenya. Guide tersebut membuka sebuah warung yang ada di puncak tersebut. Dia lalu memasak roti isi pisang bakar dan telur rebus. Kami bertanya apakah dia menjual makanan juga, karena kami lapar.

Guide tersebut memasakkan kami juga roti isi selai pisang bakar plus telur rebus. Kata dia sih seikhlasnya. Aku lupa kami memberikan 50ribu atau 100ribu untuk 2 roti, 2 telur rebus, dan 2 minum. Kalau tidak salah, sudah lama juga. Namun yang aku ingat adalah rasa rotinya itu enak parah. Selai pisang bakar yang masih hangat dipadu dengan roti tawar. Mungkin karena lapar, tapi waktu itu rasanya enak banget.

Laptop yang kami bawa itu cukup berat, kalau disuruh ngasih angka asal ya 3kg lah. Sudah capek-capek bawa laptop, alangkah baiknya kalau digunakan juga untuk pose.

Foto dengan laptop itu diambil 14 Mei 2015 jam 14.18 di puncak Gunung Batur bersama roti tawar isi selai pisang bakar dan telur rebus, biar kerjanya lebih semangat.

Selamat makan!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *