Donor darah #22

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kembali donor darah di hari Minggu, PMI Kramat penuh dengan pendonor dan keluarga pasien. Masih dilakukan pembatasan orang yang bisa masuk ke gedung, sehingga beberapa duduk di tenda sebelah gedung atau berdiri di depan pintu masuk. Jarak masing-masing orang juga sekitar 1 meter, meski kalau datang berkelompok juga jadinya tetap berdiri/duduk berkelompok. Setiap orang menggunakan masker, daerah wajib masker.

Sampai di PMI dan melihat antrean cukup panjang, sempat membuat ingin menunda donor darah. Sudah jauh-jauh datang, akhirnya mengantre, cek suhu, mengambil formulir, mengisi formulir, dan kembali mengantre menunggu panggilan.

Sekitar 30 menit menunggu di halaman PMI, namaku dipanggil petugas untuk masuk ke ruang tunggu dan mengantre tes HB dan cek tekanan darah. Cukup waktu 5 menit tes HB namun butuh sekitar 30 menit lagi untuk antre cek tekanan darah.

Dokter yang melakukan pengecekan tekanan darah memberikan informasi bahwa untuk saat ini donasi bisa dilakukan lebih sering. Sebelumnya donor darah disarankan untuk dilakukan minimal 75 hari sekali, saat ini sudah boleh setiap 61 hari. Kebutuhan darah sepertinya masih cukup tinggi.

Setelah lolos screening, aku diberi masker untuk digunakan dan diminta mencuci tangan, lalu antre lagi. Daerah yang biasanya digunakan untuk donor darah apheresis digunakan untuk donor darah merah, sehingga jumlah tempat tidur untuk donor bertambah. Di antara 2 pendonor, tempat tidur disemprot oleh petugas. Sudah ada SOP dan memang protokol kesehatan dipatuhi di sini. Antre sejenak di dalam ruangan, dapat giliran donor, donor darah 15 menit, mengambil kartu donor, lalu mengambil refreshment donor.

15 menit berbaring dengan sedikit rasa digigit semut (yang agak besar) dan kita bisa membantu orang yang membutuhkan darah

Datang hari Minggu jam 13.30, butuh waktu antre 90 menit dan waktu donor 15 menit, sehingga totalnya 105 menit. Kalau ingin lebih cepat bisa mencari waktu lain.

Kebutuhan donor saat ini jauh lebih besar dibandingkan jumlah donor dari pendonor. Info lebih lengkap bisa didapatkan di page KSDD. KSDD atau Komunitas Sahabat Donor Darah adalah salah satu komunitas yang menghubungkan pasien yang membutuhkan darah dengan pendonor. Bisa langsung menghubungi admin bila ingin donor darah yang langsung ke pasien.

Selamat donor!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Bahagia hedonis à la Epikuros

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Acara pertama dari rangkaian Philosophy Underground “Tujuh Jalan Bahagia”. Philosophy Underground mengupas 7 cara bahagia menurut 7 filsuf, baik secara online maupun secara offline (sebelum ada pengumuman PSBB). Acara ini dilaksanakan setiap hari Jumat ke-2 dan ke-4. Akan ada 7 filsuf yang dibahas selama 7 pertemuan. Bahasan kali ini dibawakan oleh A. Setyo Wibowo dengan topik Bahagia hedonis à la Epikuros dan moderator Ito Prajna.

Aku tidak mengetahui tentang Epikuros sebelumnya dan aku tidak melakukan riset tambahan. Semua yang aku tulis hanya berdasarkan pemahamanku ketika mendengarkan penjelasan, jadi akan banyak kesalahan di tulisan ini. Kritik dan saran sangat diharapkan.

Epikuros merupakan filsuf Yunani yang lahir di Athena pada 341 SM. Dia menulis 300an karya dan meninggal di usia 70an. Epikuros membuat perkumpulan dengan nama The Garden. Dia menerima semua orang, termasuk wanita dan PSK, sesuatu yang tidak (atau jarang?) dilakukan oleh filsuf lain pada masanya. The Garden menekankan persahabatan, tidak hirarkis (egaliter), dan hidup sederhana. Mereka merayakan makan-makan bersama tiap bulan pada tanggal 20, tanggal lahir Epikuros.

Bila yang secukupnya tak memuaskan, maka tak akan pernah puas dengan apa pun

Ajaran Epikuros dapat diketahui salah satunya berkat Diogenes dari Oenoanda. Diogenes merupakan pengikut Epikuros dan membuat perkumpulan serta menuliskan ajaran-ajaran Epikuros di batu, di sebuah tempat di Turki bagian Selatan. Batu-batu ini masih ada sampai sekarang dan memberi kita informasi tentang ajaran Epikuros.

Untuk menjadi bahagia, ajaran nomor 1 Epikuros adalah kenali baik-baik dirimu dan selaras dengan alam.

Lengkapi kapalmu, hai kaum bahagia, dan jauhilah segala budaya

Epikuros


Menurut Epikouros, belajar filsafat bukan dengan mempelajari pemikir lain (Platon, Aristoteles, dll) tapi mulai dari diri sendiri. Pengajar harus tahu bahwa hal pertama yang ia lakukan adalah menjadi murid bagi dirinya sendiri. Dalam ajaran ini, mengenal diri sendiri merupakan hal yang sangat penting. Ajaran ini membentuk orang-orang yang hidup, yang cukup dengan dirinya sendiri, dan bangga dengan harta yang dia miliki sendiri. Filsafat yang diusungnya merupakan terapai bagi jiwa untuk bisa menikmati saat ini, sekarang.

Ada empat inti ajaran Epikuros:

  • Tidak takut Dewa (Tuhan)
  • Tidak takut mati
  • Kenikmatan memiliki batas ilmiah
  • Rasa sakit memiliki batas alamiah

Menurut pandangan Epikuror, Dewa ada dan imortal namun Dewa tidak mengurusi manusia. Dewa sudah bahagia dengan diri mereka sendiri, otonom, independen, dan mereka imortal karena mereka “di luar waktu”. Dewa juga tidak saling berperang ataupun bisa diajak untuk bertransaksi.

Epikuros hidup minimalis dan tidak mengejar hedonisme atau sesuatu yang berlebihan. Epikuros membagi kebutuhan menjadi 3:

  • Alamiah dan mutlak untuk hidup
  • Alamiah tidak mutlak
  • Tidak alamiah dan tidak mutlak (ingin kaya raya, ingin dihormati)

Untuk menjadi bahagia, kita perlu mengenal diri sendiri, bersahabat, dan mencari kenikmatan (kebutuhan) seperlunya saja.

Selamat berbahagia!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Motivasi Membaca Buku

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Ditulis pada September 2020

Berawal dari pernyataan seorang teman di Twitter, “butuh motivasi buat baca, apa baca buku motivasi dulu ya”, aku jadi bertanya-tanya.

Mengapa aku membaca buku?

Sebuah pertanyaan sederhana namun menarik karena buat apa juga mikirin hal seperti itu.

Mengisi waktu luang

Masa-masa WFH dan PSBB, banyak waktu yang kuhabiskan di dalam kamar. Salah satu cara biar gak mati gaya tentu saja dengan lembur kerjaan membaca buku. Tinggal pilih buku yang menarik hati, lalu mulai membaca. Tiba-tiba saja sudah waktu makan malam.

Menambah pengetahuan

Membaca buku menambah pengetahuan. Bisa pengetahuan yang cukup penting kalau bukunya tentang penelitian, bisa pengetahuan tentang sastra, bisa pengetahuan tentang cerita isi buku, bisa juga pengetahuan bahwa buku itu tidak mengasikkan untuk dibaca.

Bisa dicicil

Membaca bisa dilakukan sedikit demi sedikit. Setiap hari bisa 1 halaman atau 1 bab per hari, buku setebal apapun pasti bisa selesai dibaca. Tidak seperti naik gunung misalnya yang perlu waktu lebih lama dan terus menerus.

Bisa dilakukan di manapun

Membaca bisa dilakukan di hampir semuat tempat. Baca buku di gunung? Bisa. Di kendaraan umum? Bisa. Di kafe? Bisa. Di perpustakaan? Bisa.

Bisa dibahas dengan teman

Dengan pengetahuan yang kamu dapatkan di atas, kamu bisa melakukan diskusi dengan teman. Bisa juga cuma sekadar menceritakan pengalamanmu membaca buku itu ke temanmu. Bisa memuji bila bukunya bagus atau bisa berkeluh kesah juga. Kalau nemu teman yang sudah baca buku yang sama, bisa amplifikasi pujian atau amplifikasi keluh kesah.

Dianggap produktif

Membaca buku dianggap cukup produktif. Kalau ada teman bertanya, “kamu seharian ngapain?”, dengan jawaban membaca buku maka harimu bisa dianggap produktif. Meski sama-sama membaca, membuka Twitter seharian dimaknai bukan kegiatan produktif.

Sebuah pencapaian

Menyelesaikan satu buku merupakan sebuah pencapaian dan bagi fakir like seperti saya, bisa digunakan untuk mencari like.

Bisa dilakukan sendiri

Membaca tidak memerlukan orang lain, bisa dilakukan sendiri sesuai waktu yang diinginkan. Tidak perlu juga mencari teman dulu seperti main futsal, membaca bisa kamu lakukan tanpa teman.

Menyenangkan

Membaca itu menyenangkan. Aku menikmati membaca dan suka melakukannya. Mungkin tidak semua orang suka, tapi ya namanya hobi tiap orang beda-beda. Ada banyak genre buku yang bisa dicoba, siapa tahu nemu genre dan topik yang cocok. Membaca buku yang tidak asik itu cukup membuat membaca jadi beban.

Tidak semua orang suka membaca buku dan menurutku tidak perlu mengikuti hobi orang lain bila memang tidak merasakan nikmatnya. Mungkin bisa dicoba mencari hobi yang lain atau bila sudah punya hobi lain, bisa mencari bacaan yang sesuai dengan hobi tersebut.

Selamat membaca!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Ngamat ISS – 12 September 2020

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

ISS atau International Space Station merupakan satelit buatan yang mengelilingi bumi setiap 92 menitan. Dengan ketinggian 408 km, mata manusia biasa tidak bisa melihatnya secara langsung. Ada waktu-waktu khusus kita bisa mengamati ISS, yaitu ketika dia melintas dekat kita dan ketika dia memantulkan cahaya matahari dengan background yang cukup gelap, yaitu di sore atau pagi hari. Saya pernah mengamati ISS dan ingin melakukan pengamatan bersama juga dengan orang-orang yang mungkin tertarik. Pengamatan ISS ini tidak memerlukan alat khusus, hanya mata dan jadwal yang pas.

Saya menggunakan 2 website untuk membantu proses pengamatan, https://spotthestation.nasa.gov/ dan https://www.astroviewer.net/iss/en/. Dari dua website ini kita bisa melihat kapan waktu terbaik untuk mengamati ISS dari tempat kita berada.

ISS dilihat dari Jakarta pada September 2020
Tracking live ISS

Kolom Visible merupakan total waktu ISS terlihat oleh pengamat. Kolom Max Height merupakan jarak maksimal ISS dari horison, dengan tinggi tepat di kepala kita adalah 90°. Kolom Appears memuat posisi ISS muncul dan kolom Disappears memuat posisi ISS menghilang. Dari 2 posisi itu, kita bisa menentukan pergerakan ISS. Dari blog kedua ada keterangan Brightness yang membantu kita untuk mengetahui seberapa terang ISS saat maksimalnya. Semakin kecil angka magnitudo semakin baik, -3.0 mag sudah lebih terang daripada hampir semua objek langit. Untuk kota besar mungkin lebih baik bila magnitudo di bawah 0.

Dari jadwal di atas, ada 2 tanggal yang cocok untuk melakukan pengamatan, tanggal 12 dan tanggal 19. Pengamatan tanggal 12 kali ini dilakukan di 3 tempat yang berbeda dan 2 pengamatan berhasil kami lakukan.

Langit masih cukup terang dan ada awan sehingga aku tidak melihat ISS dari awal. Aku melihat ketika ISS sudah cukup tinggi, hanya sekitar 1-2 menit saja. ISS tampak cukup terang, meski tidak seterang Jupiter yang juga sedang di atas kepala.

Menurutku sekarang mengamati ISS biasa saja, ya karena “cuma gitu doang”. Namun ada pendapat lain dari salah seorang pengamat muda (8 tahun), katanya “keren amat”. Aku belasan tahun yang lalu juga menganggap itu keren dan setelah dipikir ulang memang keren. Manusia bisa menempatkan sebuah benda mengelilingi Bumi dan kita bisa melakukan pengamatan sendiri untuk membuktikannya. Keren amat.

Tips untuk mengamati ISS

Rencanakan Jadwal Pengamatan
Dari website di atas, pilih waktu pengamatan yang sesuai dengan posisi kamu berada. Pilih Max Height minimal 45° untuk pengamatan pertama. Semakin tinggi Max Height semakin mudah diamati. Lihat informasi magnitudo sehingga bisa memperkirakan kecerlangan ISS yang akan diamati. Catat semua informasi penting dari titik muncul, titik menghilang, waktu kemunculan, lama pengamatan bisa dilakukan, magnitudo, dan tinggi maksimum.

Pilih Tempat Pengamatan
Dari data di atas, pilih tempat pengamatan yang cukup lapang. Jangan jauh-jauh juga dari titik yang dimasukkan di website, kalau awalnya memasukkan kota Jakarta, ya jangan juga pergi ke Sukoharjo untuk mencari tanah lapang. Sebisa mungkin juga tidak ada sumber cahaya dekat situ, misal tepat di bawah lampu jalan. Pilih tempat kamu bisa melihat langit, dari arah munculnya ISS sampai tempat menghilangnya. Posisi pengamat cukup mempengaruhi kemunculan dan posisi ISS, jadi semakin lapang tempat pengamatan semakin baik karena informasi dari website tidak 100% sesuai.

Lakukan Pengamatan
Datang lebih awal ke tempat pengamatan sehingga bisa membiasakan mata dengan kegelapan. Mulai mencari arah mata angin sehingga bisa mengetahui posisi ISS akan muncul. Mulai mencari bintang lain sehingga bisa menentukan apakah ISS akan tampak atau tidak. Dengan magnitudo ISS di bawah 0, apabila kamu bisa melihat beberapa objek langit, itu tanda bahwa ISS akan bisa dilihat juga. Tunggu waktu ISS sesuai jadwal, dan lihat ke arah langit. Bila sudah waktunya namun ISS belum kelihatan, tunggu saja sampai dia lebih tinggi (di atas 45° sehingga akan lebih mudah diamati). ISS akan tampak seperti bintang (titik cahaya) yang bergerak dalam jangka waktu cukup lama. Bayangin aja seperti meteor cuma lebih lelet.

Selamat mengamati!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Donor darah #21

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Hari ini PMI Pusat di Kramat tampak padat. Belum sepadat dahulu saat aku menghabiskan lebih dari 2 jam untuk donor darah. Kepadatan ini hanya semu, karena kapasitas ruang tunggu dibatasi 50% saja. Hal ini membuat orang-orang berdiri di luar bangunan dan duduk-duduk di lantai senyaman mereka.

Antrian tidak terlalu panjang, ada seorang laki-laki dengan anaknya sedang berbicara dengan petugas. Bahkan aku yang jarang memperhatikan orang bisa dengan jelas melihat bahwa mata bapak tersebut merah. Kurang tidur, tebakanku dari tempat dia berada saat ini dan topik yang sedang dia bicarakan dengan petugas. Dia membutuhkan 3 kantung golongan darah A, namun dari 3 orang yang ke PMI hanya 1 orang yang berhasil donor.

Mungkin takdir, mungkin kebetulan, mungkin juga manusia cenderung melebih-lebihkan hal yang berkesan buat mereka, aku yang bergolongan darah A baru saja datang dan mendengar percakapan mereka. Perbincangan singkat, petugas memberikan form untuk diisi. Darahku akan diberikan untuk bapak tersebut.

Tertulis nama seorang wanita di form yang akan kuisi, nama wanita yang membutuhkan darah. Aku memilih tempat yang cukup sepi untuk mengisi formulir. Bapak tersebut dan anaknya mendekati dan menjelaskan sedikit, istrinya di rumah sakit dan membutuhkan 3 kantong darah untuk operasi. Aku tidak bertanya untuk operasi apa, rasa ingin tahu tidak harus selalu dipuaskan. Bapak tersebut bercerita bahwa dia mendapatkan info dari rumah sakit, donor golongan darah apa saja boleh nanti bisa ditukar dengan golongan darah A, namun PMI memberikan info yang berbeda. Hanya donor darah A untuk bisa mendapatkan golongan darah A. Tiga orang datang ke PMI, hanya 1 orang yang bergolongan darah A. Tiga donor darah yang dibutuhkan, baru ada satu yang tersedia.

Aku selesai mengisi dan masuk ke dalam kantor PMI. Bapak tersebut menunggu di luar. Tidak butuh waktu lama untuk cek HB, cek tekanan darah, dan melakukan donor darah. Sakit di ujung jari dan lekukan lengan serta darah 350 ml ditukar dengan stempel dan beberapa snack.

Saat akan meninggalkan PMI, bapak itu muncul lagi di hadapanku. Matanya lebih merah daripada sebelumnya. Bapak itu tidak tahu bagaimana cara untuk menukarkan kertas donor dengan kantong darah. Aku menemani bapak bermata merah menuju bagian resepsionis, memberikan kertas donor ke petugas, dan menunggu. Beberapa detik kemudian petugas memberikan selembar kertaas untuk diberikan ke bank darah di rumah sakit.

Bapak bermata merah menjulurkan tangan hendak menjabat tanganku. Tidak kusambut karena social distancing. Entah mana yang lebih baik, tidak menjabat atau menjabat lalu membersihkan tangan secepatnya. Bapak itu mengucapkan terima kasih, aku mengucapkan sama-sama dan bergegas pergi. Atmosfer di situ terlalu emosional.

Sakit di ujung jari dan lekukan lengan serta darah 350 ml ditukar dengan stempel, beberapa snack, dan ucapan terima kasih. Barter yang menguntungkan semua belah pihak.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Bulan pada Buku Orang-orang Proyek

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Bertahun-tahun yang lalu aku sempat belajar sedikit tentang astronomi. Ilmuku jelas tidak dalam, cuma masih sedikit nyangkut di kepala dan kadang muncul kalau topik pas. Ingatan ini muncul ketika aku sedang membaca Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari. Pada bagian ketiga (bab tiga), Ahmad Tohari menulis dengan detil tentang bulan sebagai latar belakang cerita. Ada sedikit rasa “kayaknya ada yang salah” ketika pertama kali membaca bagian itu, setelah berhenti untuk berpikir lebih lanjut, muncul keinginan untuk membahas lebih jauh.

Semua kutipan di bawah ini diambil dari bagian ketiga. Peristiwa terjadi di sebuah daerah di Pulau Jawa pada sebuah pagi sekitaran bulan Juni 1991.

Bulan tua. Ketika kokok ayam pertama terdengar, bulan yang tinggal sepertiga bulatan masih sepenggalah di atas ufuk barat. Di timur, bintang kejora tampak sempurna, karena langit kemarau sangat bersih.

…….

Kokok ayam terdengar makin ramai. Kelelawar dan kalong mencari tempat bersembunyi. Seakan takut kesiangan. Langit di timur merah merona, menandakan pagi kan menjelang. Bulan sudah tergelincir ke barat gunung.

…….

Dan azan Subuh sayup terdengar jauh dari seberang Sungai Cibawor. Bulan yang pasti hampir menyentuh cakrawala langit barat. Kejora memucat dan gemintang mulai tampak samar karena datangnya cahaya matahari.

Orang-orang Proyek – Ahmad Tohari

Umur bulan berkisar 0-30 hari. Bulan tua mungkin sekitaran 20-30 hari.

Bulan yang tinggal sepertiga bulatan, berarti umur bulan sekitar 23-24 hari. Masih konsisten dengan informasi sebelumnya.

Dari beberapa kalimat lainnya, kita bisa mengetahui bahwa bulan hampir tenggelam di ufuk barat saat matahari terbit, sekitar pukul 4-5 pagi. Bulan dapat diperkirakan berumur 13-14 hari.

Umur bulan menjadi tidak konsisten kalau kita gabungkan informasi yang kita dapatkan. Tidak mungkin bulan berumur 13 hari dan 23 hari pada hari dan tempat yang sama. Informasi latar belakang ini sebenarnya tidak mempengaruhi isi cerita, namun cukup mengganggu kenikmatanku ketika membaca.

Lanjut lagi baca buku, masih ada bagian keempat untuk dibaca.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 40 – Konser “ORKESTRA DI RUMAH” bersama Erwin Gutawa dan Afgan

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Konser online
Platform : Website
Pengisi : Erwin Gutawa Orchestra, Afgan, Najwa Shihab, dan Woro Mustiko
Tautan : https://www.loket.com/event/konser-di-rumah-bersama-erwin-gutawa-afgan_JaU
Harga : IDR 50,000
Waktu : 40 menit

Salah satu kegiatan yang sekarang sering dilakukan adalah konser online. Kemarin sempat lihat konser online Didi Kempot, Mocca, dan beberapa artis lainnya.

Sudah lama ingin melihat Erwin Gutawa Orchestra dan kebetulan ada konser online ini. Uang tiket IDR 50,000 untuk 40 menit konser. Sebagian penghasilan dari konser ini akan disedekahkan. Ada puluhan orang yang berkolaborasi untuk menghasilkan suara ini, pasti prosesnya tidak mudah.

Konser ini dimulai tepat waktu, total lagunya sendiri “kayaknya” ada 8 lagu. Lagu-lagu yang dibawakan bertema ketuhanan.

Namanya acara online, yang paling penting adalah internet yang stabil.

Buffering
Tulisan di akhir acara

Ada puluhan pemain alat musik dan banyak penyanyi. Akan menarik kalau diceritakan proses pengambilan gambar dan suara, lalu proses penyatuannya. Aku cukup penasaran, apakah banyak digital editing untuk mengatur tempo ataukah emang udah pada jago aja mengatur tempo. Atau ada baseline yang dikirimkan dahulu sehingga mereka bisa langsung mengikuti.

Seperti biasa, suara orkestranya keren (tapi pasti lebih keren kalo live), suara Afgan merdu, suara Woro baru sekali ini aku dengar dan langsung seneng, dan suara pembacaan puisi Najwa yang khas. Mungkin bisa sebulan sekali atau dua kali nonton konser niat seperti ini.

Selamat menikmati.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 39 – Elduvik Village (Faroe Island Online Tour)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Online Tour
Platform : Website
Tujuan : Elduvik Village, Faroe Island
Tautan : https://www.remote-tourism.com/
Maps : https://goo.gl/maps/tJvrDDHZkirxGvhY8
Harga : Gratis
Waktu : 1 jam

Sekali lagi mengunjungi Faroe Island lewat tur online. Kunjungan sebelumnya bisa dibaca di sini.

Faroe Island juga terkena dampak Covid-19 sehingga sektor pariwisata menjadi sepi. Untuk tetap memberikan kesempatan orang-orang di seluruh dunia untuk “berkunjung” ke Faroe Island, dinas pariwasatanya mempunyai ide untuk melakukan tur online. Tur ini berlangsung selama 1 jam dan “pengunjung” dari seluruh dunia dapat berinteraksi langsung dengan pemandu. Tur dilakukan seminggu sekali dengan setiap tur selama 1 jam. Selama tur ada 60 orang yang bisa mengatur arah pemandu, maju, mundur, kanan, kiri, lari, dan lompat. Tur ini dilakukan setiap Kamis jam 00.00 WIB.

Elduvik, baru lihat langsung jatuh cinta

Minggu ini tur mengunjungi Elduvik, sebuah desa kecil dengan jumlah penduduk 12 (atau 23 menurut wikipedia). Kali ini aku sudah masuk sejak awal jadi aku masuk ke dalam antrian controller. Ada tulisan “Est. waiting: 1 hour” menandakan kapan aku akan mendapatkan giliran. Waktu perkiraan turun setiap menit dan setiap ada orang yang disconnect. Awalnya masuk waiting list, namun setelah 20 menit aku masuk ke daftar utama. Agak deg-degan menunggu waktu menjadi controller juga.

Menjelajahi desa kecil dengan laut di sisi satu dan pegunungan di sisi lain, sebuah pemandangan yang indah. Melihat pemandangan di Elviduk, bikin pengen lari dan jalan-jalan keliling daerah situ. Sarah menjadi guide lagi setelah tur minggu lalu juga menjadi guide di tur sebelumnya. Kali ini kami mengunjungi kuburan lama, sekolah (yang sudah tutup), tempat domba lagi makan, tempat kapal tradisional Faroe Island, dan gorge yang digunakan sebagai dermaga.

Di tur ini kami bertemu dengan 2 orang penduduk, secara tidak langsung kami sudah bertemu dengan 5-15% penduduk.

Ada banyak pemandangan menarik di tur kali ini. Semoga minggu depan tur luar ruangan lagi dan bisa ikut lagi. Bila ingin mengunjungi desa ini lewat google maps, tautan sudah aku sertakan di atas.

Selamat menikmati!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 38 – Baseline: Infrastructure

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Course online
Platform : Qwiklabs
Topik : Baseline: Infrastructure
Tautan : https://www.qwiklabs.com/quests/33
Harga : Gratis
Waktu : 3h50m (atau 6h)
Progres : 4/12 (target 12 dari total 22)
Pendahuluan : https://gugelberg.com/wfh-24-juaragcp/

Salah satu quest yang bisa dengan cepat diselesaikan. Kurang dari 4 jam bisa selesai kalau mau menyelesaikan quest dengan waktu tercepat, atau kalau mau semua lab selesai kira-kira butuh waktu 6 jam. Selain lab terakhir, lab lainnya cukup mudah diselesaikan.

Lab yang ada di quest ini:

  • Cloud Storage: Qwik Start – Cloud Console
  • Cloud Storage: Qwik Start – CLI/SDK
  • Cloud IAM: Qwik Start
  • Cloud Monitoring: Qwik Start
  • Cloud Functions: Qwik Start – Console
  • Cloud Functions: Qwik Start – Command Line
  • Google Cloud Pub/Sub: Qwik Start – Console
  • Google Cloud Pub/Sub: Qwik Start – Command Line
  • Google Cloud Pub/Sub: Qwik Start – Python
  • Baseline Infrastructure: Challenge Lab

Ada 6 tipe lab, Cloud Storage, Cloud IAM, Cloud Monitoring, Cloud Function, Google Cloud Pub/Sub, dan Challenge Lab. Ada beberapa pilihan untuk mempelajari lab-lab tersebut, apakah lewat Console, CLI/SDK, Command Line, atau Python. Pilih saja salah satu sesuai keinginan, atau pilih semua kalau mau jadi avatar.

Lab terakhir, Baseline Infrastructure: Challenge Lab, merupakan lab yang tipe baru yang pernah kuikuti. Tidak ada langkah-langkah mudah yang tinggal copy paste. Lab ini hanya berisi tujuan saja, jadi kita harus mengingat kembali cara-cara di lab sebelumnya dan memodifikasi sesuai tugas. Cukup menyenangkan, gak bisa copas-copas dan harus berpikir.

Meski lab terakhir cukup seru, secara garis besar quest ini cukup mudah untuk diselesaikan. Waktu yang dibutuhkan juga tidak lama.

Selamat belajar!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter