Bahagia hedonis à la Epikuros

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Acara pertama dari rangkaian Philosophy Underground “Tujuh Jalan Bahagia”. Philosophy Underground mengupas 7 cara bahagia menurut 7 filsuf, baik secara online maupun secara offline (sebelum ada pengumuman PSBB). Acara ini dilaksanakan setiap hari Jumat ke-2 dan ke-4. Akan ada 7 filsuf yang dibahas selama 7 pertemuan. Bahasan kali ini dibawakan oleh A. Setyo Wibowo dengan topik Bahagia hedonis à la Epikuros dan moderator Ito Prajna.

Aku tidak mengetahui tentang Epikuros sebelumnya dan aku tidak melakukan riset tambahan. Semua yang aku tulis hanya berdasarkan pemahamanku ketika mendengarkan penjelasan, jadi akan banyak kesalahan di tulisan ini. Kritik dan saran sangat diharapkan.

Epikuros merupakan filsuf Yunani yang lahir di Athena pada 341 SM. Dia menulis 300an karya dan meninggal di usia 70an. Epikuros membuat perkumpulan dengan nama The Garden. Dia menerima semua orang, termasuk wanita dan PSK, sesuatu yang tidak (atau jarang?) dilakukan oleh filsuf lain pada masanya. The Garden menekankan persahabatan, tidak hirarkis (egaliter), dan hidup sederhana. Mereka merayakan makan-makan bersama tiap bulan pada tanggal 20, tanggal lahir Epikuros.

Bila yang secukupnya tak memuaskan, maka tak akan pernah puas dengan apa pun

Ajaran Epikuros dapat diketahui salah satunya berkat Diogenes dari Oenoanda. Diogenes merupakan pengikut Epikuros dan membuat perkumpulan serta menuliskan ajaran-ajaran Epikuros di batu, di sebuah tempat di Turki bagian Selatan. Batu-batu ini masih ada sampai sekarang dan memberi kita informasi tentang ajaran Epikuros.

Untuk menjadi bahagia, ajaran nomor 1 Epikuros adalah kenali baik-baik dirimu dan selaras dengan alam.

Lengkapi kapalmu, hai kaum bahagia, dan jauhilah segala budaya

Epikuros


Menurut Epikouros, belajar filsafat bukan dengan mempelajari pemikir lain (Platon, Aristoteles, dll) tapi mulai dari diri sendiri. Pengajar harus tahu bahwa hal pertama yang ia lakukan adalah menjadi murid bagi dirinya sendiri. Dalam ajaran ini, mengenal diri sendiri merupakan hal yang sangat penting. Ajaran ini membentuk orang-orang yang hidup, yang cukup dengan dirinya sendiri, dan bangga dengan harta yang dia miliki sendiri. Filsafat yang diusungnya merupakan terapai bagi jiwa untuk bisa menikmati saat ini, sekarang.

Ada empat inti ajaran Epikuros:

  • Tidak takut Dewa (Tuhan)
  • Tidak takut mati
  • Kenikmatan memiliki batas ilmiah
  • Rasa sakit memiliki batas alamiah

Menurut pandangan Epikuror, Dewa ada dan imortal namun Dewa tidak mengurusi manusia. Dewa sudah bahagia dengan diri mereka sendiri, otonom, independen, dan mereka imortal karena mereka “di luar waktu”. Dewa juga tidak saling berperang ataupun bisa diajak untuk bertransaksi.

Epikuros hidup minimalis dan tidak mengejar hedonisme atau sesuatu yang berlebihan. Epikuros membagi kebutuhan menjadi 3:

  • Alamiah dan mutlak untuk hidup
  • Alamiah tidak mutlak
  • Tidak alamiah dan tidak mutlak (ingin kaya raya, ingin dihormati)

Untuk menjadi bahagia, kita perlu mengenal diri sendiri, bersahabat, dan mencari kenikmatan (kebutuhan) seperlunya saja.

Selamat berbahagia!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *