WFH 22 – Lucy (Film)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Menonton film
Judul Film : Lucy
Platform : Netflix
Harga : Gratis (asal ada temen yang mau nebengin)
Waktu : ~90 menit
Rating : 5/10

Ada banyak pilihan film di Netflix dan Lucy ini merupakan salah satunya. Ada waktu luang, ada akun netflix, ada wifi, saatnya chill.

Lucy, sebuah film yang menceritakan Black Widow yang bisa menggunakan 100% kemampuan otaknya. Film ini secara premis bermasalah, secara plot biasa aja, secara motivasi karakter juga aneh. Cocok ketika pengen nonton film tapi gak mau mikir.

Premis manusia hanya bisa menggunakan 10% kemampuan otaknya itu adalah mitos yang sudah banyak bantahannya. Sila langsung cari di google, ada juga di wikipedia.

Lucy yang sudah unlocked lebih dari 30% kemampuan akhirnya bisa psychokinesis. Dia akhirnya mengumpulkan dragonball semua obat-obatan itu dan berevolusi. Dia jadi memiliki kemampuan alfalink, bisa mengatur alat elektronik (bahkan yang beda benua tanpa delay, aku vcon aja lemot), bisa melihat stream data (harusnya kecepatan cahaya, tapi ini jadi lambat-lambat gitu), dan tentu saja bisa nyetir melawan arus. Saat 99%, dia bisa mengatur tempat dan waktu, kembali ke masa lalu dan berinteraksi langsung. Agak aneh memang, time paradox pula.

Plot cerita juga tidak terlalu menarik, tidak terlalu pengen tahu juga akhir cerita seperti apa. Konflik yang dibangun juga kurang kuat, Lucy yang udah bisa pyshokinesis gak langsung menggunakan hal yang sama aja untuk semua mafia biar gak usah ada orang lain yang mati.

Pemilik obat-obatan ini, mafia korea, menginginkan kembali obatnya. Entah mereka cuma punya itu doang, atau harganya mahal, atau emang mereka cuma nganterin doang, motivasi mereka agak kurang jelas. Mafia yang kehilangan narkoba gak gini-gini amat di film. Sampai bawa semua anak buah dan semua senjata aneh-aneh termasuk basoka, kamikaze lah (versi korea). Motivasi mafia korea ini kurang kuat, toh tinggal beli lagi aja.

Mungkin lagi agak sensi aja pas nonton karena sebenarnya filmnya tidak seburuk itu. Suara Morgan Freeman selalu menjadi poin tambahan.

Selamat menonton!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *