Mitos Melempar Koin di Teratai Raksasa Kebun Raya Bogor

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Beberapa waktu yang lalu, aku berkungjung ke Kebun Raya Bogor. Cukup dekat dari Jakarta, hanya perlu naik KRL sekali lalu dilanjutkan jalan kaki (bisa juga naik angkot). Total biaya perjalanan maksimal 30 ribu rupiah untuk perjalanan pergi pulang.

Di depan Grand Garden Cafe, terdapat lapangan rumput yang luas dan kolam yang berisi ikan dan teratai raksasa. Banyak pengunjung yang duduk menikmati pemandangan, mengobrol, atau bermain-main. Anak-anak bermain bola, melempar mainan “terjung payung” ke udara, dan tentu saja berkejar-kejaran.

Teratai Raksasa Kebun Raya Bogor

Teratai raksasa yang terdapat di kolam cukup besar, kisaran 70 centimeter (angka didapatkan dari perkiraan saja). Setelah kuperhatikan, banyak koin yang ada di permukaan daun teratai. Ada obrolan dari pengunjung di sebelah yang tidak sengaja kudengar. Ada mitos tentang melempar koin ke daun teratai raksasa. Apabila koin yang dilempar bisa bertahan di atas daun teratai raksasa, akan ada hal baik yang terjadi (kayaknya sih keinginan bisa terkabul). Respon dari orang yang diajak berbicara adalah “percaya itu sama Tuhan aja”.

Koin-koin dan permen yang dilempar oleh pengunjung

Praktik melempar koin ini sudah dilakukan minimal sejak 5 tahun yang lalu (LINK) dan sampai sekarang masih berlanjut. Praktik yang membuat kolam menjadi kotor merusak pemandangan teratai raksasa. Tidak ada petugas yang melarang, jadi susah juga apakah praktik itu setara dengan membuang sampah sembarangan. Coba yang dilempar adalah uang kertas 100 ribuan, cuma sedikit orang yang akan melempar dan kemungkinan uang tersebut “dibersihkan” orang lain juga cukup besar.

Mitos melempar uang koin ke atas daun teratai raksasa ini entah mulai dari mana dan gak tahu juga apakah akan berakhir dalam waktu dekat. Semoga sih cepat berganti ke mitos lain, misalnya “kalau tahan gak buang sampah sembarang di Kebun Raya Bogor, nanti bla bla bla” atau “kalau tahan gak metik bunga di Kebun Raya Bogor, nanti bisa bla bla bla”.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *