WFH 20 – Machine Learning for Business Professionals

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Course online
Platform : Coursera
Topik : Machine Learning for Business Professionals
Instruktur : Google Cloud Training (GCT)
Tautan : https://www.coursera.org/learn/machine-learning-business-professionals
Harga : Gratis
Sertifikat : Iya, gratis sampai 31 Mei 2020
Waktu : ~10 jam
Rating : 5/5 (karena bisa mencoba banyak tools gratis)

Di masa karantina seperti sekarang ini, banyak waktu dihabiskan dengan gadget sehingga dikit-dikit buka portal berita. Banyak judul berita clickbait, banyak isi berita yang diulang-ulang untuk beberapa artikel, banyak artikel yang tidak layak untuk disebut berita, dan tentu saja banyak iklan bertebaran di portal berita online. Terlalu banyak informasi membuat kita kewalahan dan tidak mampu untuk memproses semuanya.

Training ini sangat mudah untuk lulus namun penuh dengan hands-on ke aplikasi yang disediakan oleh Google Cloud. Beberapa aplikasi bisa secara gratis dicoba, beberapa harus membayar. Cukup mengikuti langkah-langkah yang ada dan pasti lulus, kuisnya pun gampang. Hands-on yang digunakan pada course ini adalah sebagai berikut:

Secara materi cukup ringan, membahas tentang Machine Learning, AI, dan aplikasinya di industri. Banyak contoh-contoh use case yang diceritakan. Cukup memberikan gambaran aplikasi langsung ML dalam dunia industri.

Yang paling menarik menurutku adalah GCT ini menekankan data governence dengan amat sangat. Keamanan data sepertinya menjadi hal yang sangat diperhatikan. Di course ini dibahas juga data apa yang boleh diakses, cara untuk masking data, dan siapa yang boleh akses data. Jadi kepikiran juga nih tentang akses data ini.

Course ini aku sarankan untuk yang ingin belajar tentang machine learning dan ingin mengerti implementasi langsung di industri, biar lebih kebayang aja. Mumpung lagi gratis juga untuk ambil course dan mendapatkan sertifikat sampai tanggal 31 Mei 2020. Latihan menggunakan tools juga cukup seru. Sayangnya saat ini aku bekerja bukan di bidang yang langsung menggunakan Google Cloud, mungkin di lain waktu ada kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang ini.

Selamat belajar!

Lumayan, dapat konten
Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 19 – Nonograms Katana (Game)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Bermain game
Platform : Aplikasi android
Tipe : Game angka dan logika
Game : Nonogram Katana
Tautan : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ucdevs.jcross
Harga : Gratis
Waktu : ~ 50 jam

Tanggal 5 Maret 2020, seorang teman menyarankan game ini untuk kumainkan. Baru download dari tanggal 5 Maret dan sudah menghabiskan waktu 50 jam di game ini, padahal mode santai dan sibuk dengan kegiatan lainnya.

Cara permainan Nonograms Katana ini cukup sederhana. Ada papan A x B dengan di sisi papan ada angka-angka. Setiap angka berkorelasi dengan titik hitam di papan. Kalau ada angka 1-1 berarti hitam-putih-hitam. Angka 9 artinya titik hitam berjajar sebanyak 9. Dengan mengikuti pola sesuai angka-angka tersebut, hasil akahirnya akan terbentuk gambar. Sebagai contoh papan berikut ini, papan 20×20 paling susah. Mungkin aku menghabiskan 3 jam di papan ini saja.

Papan sebelum terisi penuh
Hasil akhirnya menjadi merak

Sebenarnya di game ini masih banyak sekali papan yang belum saya mainkan. Papan-papan dengan ukuran yang besar, misalnya 30×30. Papan 20×20 saja butuh waktu 1 jam, papan yang lebih besar mungkin harian. Sudah cukup menurut saya 50 jam bermain game ini, sudah cukup puas. Target menyelesaikan 5 tipe papan, dari 5×5 sampai terakhir 20×20. Tuh, di pojok kanan atas ada tulisan 99/842. Mungkin sebelum uninstall game ini, aku akan menyelesaikan 1 papan dulu biar pas 100.

Menyelesaikan dengan sempurna 5 tipe papan

Gambar-gambarnya yang dihasilkan juga cukup bagus. Tipe gambar pixelated.

Selamat bermain!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 18 – Catch Me Up!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Membaca berita
Platform : Email
Company : Catch Me Up!
Tautan : https://catchmeup.id/
Harga : Gratis
Waktu : ~ 10 menit/hari

Di masa karantina seperti sekarang ini, banyak waktu dihabiskan dengan gadget sehingga dikit-dikit buka portal berita. Banyak judul berita clickbait, banyak isi berita yang diulang-ulang untuk beberapa artikel, banyak artikel yang tidak layak untuk disebut berita, dan tentu saja banyak iklan bertebaran di portal berita online. Terlalu banyak informasi membuat kita kewalahan dan tidak mampu untuk memproses semuanya.

We are drowning in information but starved for knowledge.

John Naisbitt

Akhir tahun lalu aku menemukan sebuah website yang menarik, namanya catchmeup.id. Catch Me Up! (CMU) menawarkan jasa untuk update informasi terkini, setiap hari (kerja), melalui email. Dengan berlangganan, setiap hari Senin-Jumat CMU akan mengirimkan email berisi rangkuman berita pada pukul 06.00 WIB. GRATIS.

Informasi yang diberikan cukup ringkas, penting, dan yang penting disertai tautan ke sumber berita asli yang dia rangkum. Dalam 1 artikel ada sekitar 5-10 berita berbeda yang tercakup. Cukup menyenangkan membaca rangkuman berita, siapa tahu ada berita penting yang terlewat. Bahasa yang digunakan pun tidak terlalu formal, cukup asik untuk dibaca. Bisa dibaca di pagi hari sebelum beraktivitas, cukup 10 menit saja untuk update berita kemarin.

Kalau ingin berlangganan ringkasan berita juga, bisa langsung mendaftarkan email di website mereka (https://catchmeup.id/). Gratis kok.

Selamat membaca (berita)!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 17 – Money Heist (Season 1)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Menonton
Platform : Netflix
Series : Money Heist
Topik : Trailer, film pendek, Walktrough
Harga : Gratis (kalau nebeng akun netflix temen)
Waktu : ~ 11 jam

Sering banget mendengar temen-temen di kantor membahas serial ini. Pada bilang sih bagus, tapi kemarin-kemarin masih belum menyempatkan waktu. Akhirnya aku menghabiskan 1 weekend untuk langsung menyelesaikan season 1 serial ini.

Money Heist adalah serial dari Spanyol dengan judul asli La casa de papel (house of paper), menceritakan usaha sekumpulan perampok untuk menduduki percetakan uang negara Spanyol dan mencetak uang sebanyak-banyaknya. Target mereka adalah menguasai percetakan uang itu selama belasan hari dan kabur dengan semua uang yang mereka cetak selama pendudukan.

Total ada 9 perampok dengan pembagian kerja 8 orang merampok dan 1 orang support dari luar. Perampok-perampok itu menggunakan sandi nama kota yaitu Tokyo, Berlin, Helsinki, Moscow, Nairobi, Rio, Oslo, dan Denver. Support yang ada di luar menggunakan nama sandi “Professor” karena dia adalah otak dari perampokan ini dan dia juga yang merekrut perampok lainnya.

Film ini cukup seru dengan premis yang menarik. Perampokan tanpa kekerasan dan dengan penuh perhitungan. Sutradara film ini memang menonjolkan sisi Spanyolnya dengan memasukkan unsur drama, sedikit lebih tidak lebay dari telenovela Amerika Latin. Kebanyakan masalah yang muncul karena drama, karena interaksi antar satu orang dengan orang lainnya. Cukup bisa dimaklumi bila drama muncul di hari ke-5 karena sudah cukup lama dan orang-orang mulai lelah lockdown, tapi baru awal aja sudah langsung ada drama.

Ketika melihat episode pertama langsung teringat sebuah film, Inside Man. Salah satu film paling berkesan yang pernah saya tonton. Secara konsep cukup mirip meskipun eksekusinya lebih tidak drama, tentu saja karena ini film 2 jam. Beda kalau mau dibuat serial yang harus ada plot cerita untuk 10 jam.

Sampai season 1 selesai, para perampok masih ada di dalam dan belum ada tanda-tanda keluar. Professor juga ternyata banyak kerjaan di luar karena timnya kurang kompak. Beberapa tahanan juga lepas padahal masih jauh dari target waktu lockdown. Entah ini bagaimana season 2.

Pertanyaan yang menghantuiku adalah bagaimana mereka akan membawa kabur uang yang mereka cetak dan menggunakannya. Salah satu hal paling susah adalah menggunakan uang ilegal secara legal (money laundering). Kalau misal pake rupiah biar kebayang, menghabiskan 100 juta cash, gampang. Semiliar cash, agak susah tapi masih bisa. Satu triliun cash tanpa ketahuan, ini yang perlu skill. Salah satu alasan mengapa para bandar narkoba di Meksiko punya banyak uang cash adalah karena susah menjadikan uang itu legal tanpa bisa dibuktikan bahwa itu adalah hasil kegiatan ilegal. Kalau ketahuan, nanti dibekukan oleh pihak berwenang. Ingat bahwa Al Capone ditangkap itu bukan karena kejahatannya, tapi karena tidak membayar pajak.

Selamat menonton!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 16 – Youtube Joko Anwar

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Menonton
Platform : Youtube
Sutradara : Joko Anwar
Topik : Trailer, film pendek, Walktrough
Tautan : https://www.youtube.com/user/thejokst3r/videos
Harga : Gratis
Waktu : ~ 1 jam

Joko Anwar, sebuah nama yang sudah tidak asing lagi di dunia perfilman Indonesia. Sudah banyak film yang dia sutradarai. Beberapa di antaranya adalah Janji Joni, Kala, Pengabdi Setan, dan Gundala. Aku baru tahu bahwa ternyata Joko Anwar punya channel Youtube. Di situ dia mengunggah beberapa trailer, film pendek, dan sebuah catatan perjalanan.

Total di channel youtube ini baru ada 6 trailer, 4 film pendek, dan 1 catatan perjalanan. Di bawah aku tuliskan catatan singkat tentang film pendek dan catatan perjalanan Joko Anwar.

Selamat menonton!

Fresh to Move On – 2013

Sebuah film pendek tentang seorang cewek yang baru saja diputuskan oleh pacarnya. Perjalanan singkat menuju move on dari pacarnya dengan 7 langkah mudah yang dia dapatkan dari sebuah buku. Ide cerita cukup lekat dengan kehidupan percintaan umum manusia. Hubungan antara 2 orang perlu usaha dari kedua belah pihak. Cocok menjadi bahan introspeksi diri.

Grave Torture (Siksa Kubur) – 2012

Ketika pembunuh berantai mati, anaknya ikut masuk ke peti mati tanpa diketahui orang lain. Peti mati tersebut dikubur langsung sehingga anak tersebut terjebak. Berbekal sebuah pemantik, dia bisa melihat yang terjadi di dalam peti itu. Anak tersebut melihat bagaimana bapaknya berteriak dan disiksa. Di akhir cerita, ada orang-orang yang menggali kubur tersebut dan mendapati anak ini menjadi jauh lebih tua. Efek perbedaan lama waktu di bumi dan di tempat penyiksaan.

The New Found – 2013

Tokoh utama adalah orang yang merasakan trauma ditinggal bapaknya dan kehilangan selimut kesayangannya. Akibat dua hal ini, dia takut untuk memiliki karena ada konsekuensi kehilangan. Perlu waktu dan usaha untuk bisa mengalahkan trauma, dan terkadang perlu bantuan sedikit keajaiban. Sebuah kisah hangat yang wajib ditonton.

Durable Love – 2011

Kisah seorang wanita single yang tiba-tiba menemukan lelaki pujaan hatinya. Sampai akhirnya mereka pacaran dan mulai muncul masalah. Kisahnya cukup lucu dan menggambarkan bagaimana kuatnya laptop Ac*r.

Kapal KM Kelud Pelni – Video Walkthrough Agustus 2013

Ini merupakan video yang paling berkesan buatku. Perjalanan paling menyenangkan (efek nostalgia mungkin) yang pernah kualami adalah naik kapal dari Pulau Jawa ke NTT dan NTT ke Pulau Jawa. Sebuah perjalanan panjang berhari-hari naik kapal laut, KM Sirimau dan KM Dobon Solo. Video ini mengingatkanku pada perjalanan itu, sekitar tahun 99. Membandingkan pengalaman di atas kapal antara perjalananku dan perjalanan Joko Anwar yang berbeda 14 tahun, ternyata tidak jauh berbeda. Memang belum ada perubahan berarti untuk kelas ekonomi. Aku ingin suatu saat bisa naik kapal ke NTT lagi, semoga saat itu pelayanan PT Pelni sudah jauh lebih baik.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 15 – Masak Sayur Sop (Sayurbox)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Memasak
Makanan : Sayur sop
Bahan : Sayurbox
Resep : Sayurbox
Referral : SETEXVRWZ
Tautan : https://play.google.com/store/books/details?id=FmyBAwAAQBAJ
Harga : ~ IDR 15,000
Waktu : 1.5 jam
Hasil : 3/5

Sudah sejak sebulan kemarin memutuskan untuk tidak mudik, bahkan untuk lebaran. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya lebaran di Jakarta, banyak warung dan tempat makan yang tutup. Yang buka paling fast food atau tempat makan di mall. Mengantisipasi kemungkinan bahwa tidak banyak tempat makan yang buka, skill memasak diperlukan untuk bertahan hidup.

Sayurbox adalah startup yang menawarkan jasa untuk membeli secara online bahan makanan, buah-buahan, dan bumbu dapur. Setelah tidak bisa naik ojol karena PSBB, aku terpaksa membeli secara online bahan makanan. Sayurbox menawarkan beberapa bahan makanan yang bisa dibeli, dari beras, telur, buah, dan paket memasak. Satu paket memasak akan diberi bahan makanan sesuai kebutuhan dan resepnya.

Aku membeli paket memasak sayur sop, yang paling gampang. Bahan makanan yang kuterima:

  • 1 buah kentang
  • X batang buncis
  • 2 batang wortel
  • sebongkah kol
  • Daun bawang
  • 1 buah tomat
  • Y batang seledri
  • 3 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah

Sedikit perbedaan dengan yang ada di resep. Aku kekurangan 1 kentang, 1 siung bawang putih, dan 1 siung bawang merah. Ternyata di dapur juga tidak ada merica bubuk.

Kukira memasak sayur sop itu gampang, ya paling 30 menit lah. Menguliti wortel dan kentang, lalu mengiris semua bahan itu ternyata butuh waktu yang cukup lama. Bumbu halus ternyata juga perlu diuleg. Total persiapan bahan makanan ini lebih dari 1 jam. Setelah 1.5 jam, akhirnya masakan jadi berkat panduan jarak jauh.

Resep sop dari Sayurbox
Hasil memasak 1.5 jam

Hasil masakan cukup oke. Wortel tidak keras, kentang tidak keras, tomat tidak terlalu lembek. Rasa kuahnya sih masih kurang, kurang banyak bawang, garam dan bumbu. Kalau dirasakan, kuahnya sudah mirip rasa kuah sop tapi masih kurang kaya. Rasanya seperti ada beberapa bumbu/rasa yang kurang. Tidak buruk untuk percobaan pertama.

Achievement unlocked:

  • Ngupas wortel, kentang, dan tomat
  • Motong bawang merah dan bawang putih
  • Nangis karena motong bawang
  • Menghaluskan bumbu pake cobek
  • Berhasil masak sop

Beberapa hal yang bisa diperbaiki adalah:

  • Bawang merah dan bawang putih kurang banyak
  • Tidak menggunakan daun bawang
  • Tidak menggunakan seledri
  • Tidak menggunakan merica
  • Kurang garam
  • Kurang banyak bumbu kaldu

Masih ada paket sayur sop tahu di kulkas. Semoga masih enak dan besok bisa dimasak dengan hasil yang lebih baik.

Selamat memasak!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 14 – FCAB IX (Diskusi buku)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Diskusi buku
Komunitas : Clickbait
Tautan : https://www.instagram.com/clickba_it/
Acara : FCAB ( Forum Cerita Asiknya Baca)
Peserta : 10 orang
Platform : CloudX
Judul : Sapiens: A Brief History of Humankind
Pengarang : Yuval Noah Harari
Tahun : 2014
Topik : Sejarah manusia
Tautan : https://play.google.com/store/books/details?id=FmyBAwAAQBAJ
Rangkuman : https://gugelberg.com/wfh-13-sapiens-buku
Waktu : 1 jam

Flyer ketje

Sebuah grup whatsapp yang dibuat pada 24 November 2016 dengan nama grup “Penikmat kata-kata” menjadi awal terbentuknya sebuah klub buku. Awalnya kami hanya suka membahas tentang tata tulis baku, terutama posting Uda Lanin idola kami. Beberapa dari kami mulai membahas buku dikit-dikit. Makin lama obrolan tentang buku ini mendominasi grup ini. Setelah obrolan ngalor ngidul pada awal 2019 kami memutuskan untuk sekalian saja membuat sebuah klub buku. Anggota grup masih merupakan orang-orang IT sehingga kami memberi nama klub buku ini Clickbait.

Clickbait (Pencinta Tulisan Cerita Karangan Bacaan IT) sesuai namanya bertujuan untuk mengajak orang membaca dan mencari tahu. Kami juga merencanakan bedah buku untuk bisa mengenalkan komunitas kami.

Acara bedah buku kami beri nama FCAB,Forum Cerita Asiknya Baca. FCAB sendiri merupakan plesetan dari Feasibility and Change Advisory Board, sebuah istilah di IT. FCAB ini sendiri sudah berlangsung selama 8 kali, ini yang ke-9. Buku yang kami bahas merupakan hasil undian dari buku yang disarankan peserta yang datang FCAB. Bedah buku ini awalnya sepengennya aja, namun sudah sejak FCAB IV kami adakan tiap bulan.

Buku hasil undian FCAB akan dibahas pada 2 bulan ke depan. Jadi buku FCAB IX ini merupakan hasil undian FCAB VII. Buku FCAB X adalah hasil undian FCAB VIII. Kami sengaja memberikan jarak 2 bulan agar setiap orang punya waktu yang cukup untuk membaca buku sesuai FCAB yang ingin dia ikuti.

FCAB IX kali ini merupakan yang kedua kalinya online. Menggunakan CloudX sebagai platform video call, kami ber-10 berkumpul untuk membahas Sapiens karangan Yuval Noah Hirori. Kali ini saya mengajukan diri untuk menjadi pemateri dan membuat slide (seadanya). Diskusi berjalan lancar dan seru. Dari 10 peserta, baru ada 4 orang yang selesai membaca, 2 orang yang sedang membaca, dan 4 orang yang belum memulai untuk membaca.

Membahas buku ini, membuat kami (aku sih) untuk lanjut membaca buku lanjutan Sapiens, Homo Deus. Katanya Homo Deus lebih keren dari Sapiens. Diskusi kali ini berlangsung selama 70 menit, kami akhiri karena sudah masuk jam buka puasa. Meski belum puas, diskusi harus berakhir.

Sebelum ditutup, ada 2 agenda penting lainnya.

Satu, foto-foto.

Peserta FCAB IIIX, dari 10 peserta 1 cabut lebih dahulu

Dua, menentukan buku untuk FCAB XI.

FCAB XI

FCAB X (Mei) – “Harimau! Harimau!” karya Mochtar Lubis

FCAB XI (Juni) – “Max Havelaar” karya Eduard Douwes Dekker

Selamat membaca!

DM kalau mau bergabung dengan klub baca kami.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 13 – Sapiens (Buku)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Membaca buku
Platform : Google Play Book
Judul : Sapiens: A Brief History of Humankind
Pengarang : Yuval Noah Harari
Tahun : 2014
Topik : Sejarah manusia
Tautan : https://play.google.com/store/books/details?id=FmyBAwAAQBAJ
Harga : ~ IDR 150,000
Waktu : ++10 jam
Rating : 4/5
Sumber : Buku ini dan Blinkist

Banyak waktu di kosan jadi banyak waktu untuk membaca buku. Sudah cukup banyak orang yang menyarankan buku ini, beberapa merupakan orang dengan minat baca mirip denganku. Terlebih buku ini merupakan buku yang akan dibahas oleh klub bukuku (ClickbaIT) pada bulan April ini, sekalian menambah motivasi.

Yuval adalah seorang ahli sejarah dan merupakan profesor di Hebrew University of Jerusalem. Dia sudah mengarang beberapa buku yang cukup terkenal, Sapiens: A Brief History of Humankind (2014), Homo Deus: A Brief History of Tomorrow (2016), dan 21 Lessons for the 21st Century (2018).

Buku ini menceritakan sejarah panjang manusia selama 300 ribu tahun.

Yuval membagi periode sejarah manusia menjadi 4 bagian utama.

  • The Cognitive Revolution
  • The Agricultural Revolution
  • The Unification of Humankind
  • The Scientific Revolution

The Cognitive Revolution

Sapien bukanlah satu-satunya “primata” yang “istimewa”, ada Neanderthal yang sekarang ini sudah punah. Kepunahan Neanderthal ditengarai karena ulah manusia, entah secara langsung (mereka tersingkir dan punah) atau tidak langsung (sapien dan Neanderthal berasimiliasi). Setelah Homo Florensiensis juga punah 12 ribu tahun yang lalu, Sapien menjadi satu-satunya Homo di Bumi.

Manusia memiliki otak yang istimewa. Yuval menuliskan bahwa pada salah satu titik evolusi manusia, terjadi perubahan pada otak manusia yang dikenal dengan sebutan “Cognitive Revolution”. Dengan otak yang lebih berkembang, Sapien bisa menemukan makanan, mengolah sumber daya, dan berinteraksi sosial dalam grup yang jauh lebih besar. Sapien bisa beradaptasi dengan lingkungan seperti apapun dan mulai menyebar ke seluruh penjuru Bumi.

Sapien menggunakan bahasa yang jauh lebih rumit bila dibandingkan dengan cara komunikasi hewan lain. Bahasa yang kompleks membuat informasi yang diberikan menjadi lebih banyak dan lebih detail, tentu saja juga untuk bergosip. Dengan bahasa yang kompleks, Sapien bisa menciptakan dan mendiskusikan konsep abstrak “Common Myth” seperti dewa-dewa, leluhur, dan Tuhan. Common myth jumlah Sapien yang bekerja sama menjadi jauh lebih banyak dan bahkan tidak perlu kenal atau pernah bertemu sebelumnya.

A chimpanzee can’t win an argument with a Homo Sapiens, but the ape can rip the man apart like a rag doll

You could never convince a monkey to give you a banana by promising him limitless banana after death in monkey heaven

Large number of strangers can cooperate successfully by believing in common myths

Sapiens: A Brief History of Humankind – Yuval Noah Harari

The Agricultural Revolution

Manusia yang sudah menyebar ke seluruh penjuru Bumi akhirnya menetap. Pola hidup nomaden (berburu dan mencari tanaman) berubah menjadi sedenter (domestikasi hewan dan bercocok tanam). Perubahan besar lainnya adalah tipe makanan dari yang sebelumnya lebih kaya (apa aja yang ditemu sepanjang perjalan) menjadi apa aja yang ditanam. Perubahan ini berjalan pelan-pelan, dari generasi ke generasi. Masyarakat agrikultural bisa menopang lebih banyak anggota sehingga jumlah populasi Sapien bertambah. Revolusi agrikultural ini datang dengan sisi positif dan negatifnya.

This is the essence of the Agricultural Revolution: the ability to keep more people alive under worse conditions.

History is something that very few people have been doing while everyone else was ploughing fields and carrying water buckets.

They divided people into make-believe groups, arranged in a hierarchy. The upper levels enjoyed privileges and power, while the lower ones suffered from discrimination and oppressions

Sapiens: A Brief History of Humankind – Yuval Noah Harari

The Unification of Humankind

Populasi yang bertambah membuat kehidupan menjadi lebih rumit. Sapien tidak lagi menghabiskan waktunya untuk mencari makan dan bisa melakukan hal lain, misalnya membuat alat pertukangan. Tukang-tukang ini menukarkan keahlian mereka dengan petani yang membutuhkan, dengan sistem barter. Sampai saat sistem barter akhirnya digantikan dengan uang. Sapien juga mengembangkan menulis untuk bisa mencatat transaksi keuangan tersebut, dan untuk hal-hal lainnya.

Ekonomi dan sistem kemasyarakatan Sapien lebih berkembang setelah ada uang dan tulisan. Semakin besar populasi Sapien, muncul masalah lain yaitu bagaimana mengatur interaksi dalam masyarakat. Muncullah sistem sistem hirarki kerajaan, dengan hukum yang mengatur masyarakatnya. Raja-raja pada jaman dahulu untuk melegitimasi bahwa mereka adalah orang yang layak memimpin di atas Sapien lainnya menggunakan agama/kepercayaan. Raja adalah orang yang ditunjuk Dewa/Tuhan untuk menjadi wakilnya dalam memimpin kerajaan. Semakin berkembang kerajaan, semakin luas juga sistem kepercayaan yang mereka anut untuk menyebar.

Who would want to approach a lowly bureaucrat when the president’s office is open to you? (about polytheist and monotheist)

Gautama found that there was a way to exit this vicious circle. If, when the mind experiences something pleasant or unpleasant, it simply understands things as they are, then there is no suffering. If you experience sadness without craving that the sadness go away, you continue to feel sadness but you do not suffer from it.

Sapiens: A Brief History of Humankind – Yuval Noah Harari

The Scientific Revolution

Pola pikir baru tentang sains mengubah peradaban kita. Sebelumnya Sapien lebih pasif dan menerima jawaban bahwa Tuhan mengontrol semuanya dan Sapien berserah pada Tuhan untuk mengembangkan kehidupan Sapien. Revolusi sains berlangsung pada abad 16 – 17, Sapien tidak lagi bergantung pada Tuhan tapi mereka berpikir bagaimana cara untuk memperbaiki masyarakat dengan sains. Dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip sains yaitu eksplorasi, experimen, dan obervasi, Sapien berhasil membuat kemajuan pesat di banyak bidang seperti obat-obatan dan fisika. Setiap penemuan membuat kehidupan Sapien menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Semakin sains berkembang, semakin berkembang pula perekonomian. Raja-raja di Eropa mendanai proyek sains dan ekplorasi yang membuat mereka bisa mencapai Afrika, Amerika, Australia, dan Indonesia. Eksplorasi ini membuat Eropa kaya dengan pengorbanan dari orang lokal yang mereka jajah.

Eropa berhasil mendatangi seluruh penjuru bumi dan membawa ide, budaya, dan hukum mereka ke masyarakat lokal. Meskipun sekarang Eropa sudah tidak menguasai banyak negara, namun pengaruh mereka masih sangat kuat. Kapitalisme, didukung oleh sains, menjadi salah satu paham yang saat ini menjadi acuan banyak Sapien dan mulai menggerus pengaruh agama.

Sapien saat ini hidup di salah satu jaman paling damai. Kedamaian ini membawa pengaruh positif terhadap perekonomian. Semua negara turut serta dalam proses dagang dan investasi bisa dari satu negara ke negara lain. Meski masih ada konflik di sana-sini, namun secara global tidak sebanyak pada jaman dahulu.

Apa itu bahagia? Bagaimana cara bahagia? Apakah manusia sekarang lebih bahagia daripada manusia jaman dahulu? Secara individu, tingkat kebahagiaan kita tidak berubah. Namun secara masyarakat, tingkat kebahagiaan dan kualitas hidup meningkat.

Apakah manusia bisa membuat manusia baru yang lebih sempurna dengan sains? Sebuah pertanyaan yang jawabannya masih bergulir, di antara “atas nama kemajuan ilmu pengetahuan” dan “legal, etika, dan domain Tuhan”.

The story of the Tower of Babel, the story of Icarus, the story of the Golem and countless other myths taught people that any attempt to go beyond human limitations would inevitably lead to disappointment and disaster.

Most scientific studies are funded because somebody believes they can help attain some political, economic, or religious goal.

You think that these empires were evil monstrosities that spread death, oppression and injustice around the world? You could easily fill an encyclopedia with their crimes. You want to argue that they in fact improved the conditions of their subject with new medicines, better economic conditions and greater security? You could fill another encyclopedia with their achievements.

I can be wealthy without you becoming poor; I can be obese without you dying of hunger.

What Smith says is, in fact, that greed is good, and that by becomming richer I benefit everybody, not just myself. Egoism is altruism.

Consumerism has worked very hard, with the help of popular psychology (‘Just do it!’) to convince people that indulgence is good for you, whereas frugality is self oppresion.

Consumerism and nationalism work extra hours to make us imagine that millions of strangers belong to the same community as ourselves, that we all have a common past, common interest, and a common future.

There is at last real peace, and not just absence of war.

So maybe Third World discontent is fomented not merely by povery, disease, corruption and political oppression but also by mere exposure to First World standards.

‘Happiness Begins Within.’ Money, social status, plastic surgery, beautiful houses, powerfull positions – none of these will bring you happiness. Lasting happiness comes only from serotonin, dopamine and oxytocin.

Sapiens: A Brief History of Humankind – Yuval Noah Harari

Tamat

Buku ini cukup panjang dan menarik untuk orang yang awam sejarah seperti saya. Buku ini ada lanjutannya, Homo Deus. Masuk antrian dulu, semoga tahun ini bisa selesai dibaca juga. Aku cukup suka buku ini dan menyarankan orang untuk membacanya, 4/5.

Selamat membaca.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 12 – Bahasa Turki (Duolingo)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Belajar bahasa
Platform : Duolingo
Tautan : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.duolingo
Harga : Gratis
Waktu : ++10 jam

Merhaba!

Tentu saja tidak lengkap rasanya kalau masa-masa di kosan tidak belajar bahasa. Salah satu platform untuk belajar bahasa paling terkenal adalah Duolingo. Aku memilih belajar bahasa Turki karena pas jaman SMA sudah pernah belajar, jadi udah tahu beberapa kosa kata.

Setiap hari aku ~bermain~ belajar sekitar 10 menit. Karena cukup malas, aku belajar pelajaran basic dan aku ulang-ulang terus. Jadi jumlah kosa kata tidak terlalu bertambah, grammar juga tidak lancar, dan skill segitu-segitu saja. Namun streak tetap tinggi.

Setelah 1 bulan selalu belajar di Duolingo
Setelah 50 hari belajar di Duolingo
Setelah lupa belajar selama 2 hari berturut-turut

Setelah mendapatkan pencapaian 30 hari berturut-turut, lalu dilanjutkan 50 hari berturut-turut, lalu sampai beberapa hari kemudian lupa bermain sehingga harus mengulang dari 0 lagi.

Berdasarkan pengalaman beberapa teman yang sering menggunakan Duolingo, kemampuan bahasa mereka tidak terlalu bertambah signifikan dan tetap tidak bisa bercakap dengan native speaker. Namun untuk mengisi waktu luang, cukup menyenangkan menghafalkan kosa kata baru dari bahasa lain. Apalagi kalau ada teman untuk belajar bersama.

Selamat belajar bahasa!

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

WFH 11 – Aquavias (Game)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Kegiatan : Bermain game
Platform : Aplikasi android
Tautan : https://play.google.com/store/apps/details?id=ua.krou.aqueducts
Harga : Gratis
Waktu : ~4 jam

Mumpung di kosan saja, saatnya main game. Pengennya sih main dota lagi, tapi laptop tidak mendukung dan gak ada teman main. Jadilah aku memilih sebuah game HP sederhana yang bisa tamat. Kalau milih game gak bisa tamat itu nanti bisa kelamaan main terus.

Game Aquavias ini sebenarnya mirip game Pipe yang dulu ada di Windows jadul. Bedanya kalau di Pipe kita milih sendiri mau meletakkan pipa di mana, kalau di Aquavias ini “pipa”-nya sudah ada dan kita tinggal merotasikan saja. Jadi pilihan gerakannya lebih terbatas.

Berikut contoh ketika awal mulai game.

Level 1 saat game dimulai

Ada sumber air dan ada tujuan air. Tujuan kita adalah menghubungkan keduanya. Kita harus mengatur pipa-pipa itu sehingga membentuk rangkaian tertutup dan tidak ada air yang bocor. Pipa yang ada hanya bisa diputar searah jarum jam sehingga ya kalau kelebihan muternya harus muter 3x lagi atau replay menggunakan tombol di pojok kanan atas. Tombol tersebut digunakan untuk mundur 1 gerakan. Tombol itu bisa digunakan untuk mundur sampai awal game.

Level 1 setelah 5 gerakan

Ada 2 tipe batasan permainan ini, dengan jumlah gerakan dan dengan jumlah waktu.

Untuk mode gerakan, pada awalnya kita diberi sejumlah gerakan (misal 50) dan setiap kita memutar 1 pipa maka angka tersebut akan berkurang. Untuk menyelesaikan game tersebut, kita harus menyambungkan sumber air ke tujuan dan tetap menyisakan sejumlah gerakan.

Mode waktu tidak membatasi jumlah gerakan yang kita lakukan, tapi kita harus menyelesaikan game sebelum jam airnya habis.

Bila ingin mendapatkan bintang 3, maka biasanya harus menyisakan 7 gerakan (untuk mode gerakan) atau setengah dari jam air.

Tipe 1, masih ada 37 gerakan yang sebenarnya bisa digunakan
Tipe kedua, dibatasi waktu

Total ada 12 level dengan tiap levelnya antara 3 sampai 12 stage, jadi total ada 99 skenario yang bisa dimainkan. Sayangnya tipe game seperti ini sudah jelas cara menyelesaikannya, jadi kalau gagal bisa diulang sampai berhasil. Bisa di-brute force untuk mencari penyelesainnya. Lumayan juga menghabiskan waktu ~4 jam untuk bermain game ini.

Kalau mencari game dengan audio yang menenangkan dan gambar yang bagus serta gameplay lumayan asik, saya sarankan untuk bermain game ini.

Selamat bermain.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter